HEADLINE

Soal Hutang Piutang Yang Menyeret Oknum Pejabat Pemkot Kotamobagu, Terklarifikasi.!

CoverMongondow, Kotamobagu – Soal dugaan hutang piutang yang menyeret pejabat publik di pemerintahan Kota Kotamobagu, Selasa 28 November 2023 kemarin oleh penggugat MB alias War le!wat kuasa hukumnya dengan cara menyampaikan somasi sebanyak dua kali, di klarifikasi oleh Nasli Paputungan selaku mantan Plt Camat Kotamobagu Barat, Kamis (30/23) siang tadi via celuler.

Nasli yang sekarang sedang menjabat sebagai Asisten Satu Pemkot Kotamobagu menjelaskan bahwa kejadian hutang piutang tersebut seharusnya sudah berakhir semenjak tahun 2021.

“Hutang piutang itu sebenarnya telah selesai jika MB alias War menerimah sisa pinjam yang diberikan Sekertaris Kecamatan saya pada saat itu tahun 2021 oleh Gunawan Kabonte. Namun MB alias War tidak ingin menerimah sisanya, dia MB alias War maunya ingin kembali ke pinjaman awal yang 70.400.000,- (tujuh puluh juta, empat ratus ribu rupiah),” ucap Nasli.

Nasli jelaskan, tujuan hutang piutang itu, saat ada kegiatan musrembang tingkat kecamatan, namun anggaran di kecamatan pada saat itu belum ready maka mengambil inisiatif untuk mencari pinjaman uang dikegiatan tersebut.

“Hutang piutang tersebut tujuannya untuk kegiatan musrembang kecamatan, dan saya perintahkan sekertaris saya, yakni Gunawan Kabonte untuk mencari dan dana untuk kegiatan tersebut. Selang sehari dananya ada saya tidak tau sekertaris mendapatkan dari mana, dan sekertaris katakan saya harus menandatangani surat perjanjian pinjaman, saya tanda tangani, setelah kegiatan selesai, dana kegiatan cair langsung saya perintahkan sekertaris untuk melunasi pinjaman hutang tersebut, namun alhasil, MB alias War datang ke kantor dan menagih hutang pinjaman tersebut, yang notabene telah saya perintah ke- sekertaris untuk dilunasi,” ungkap Nasli.

Nasli juga katakan bahwa, ini sebenarnya kesalahan ada di sekertaris saya yang tidak punya tanggungjawab, karena dana tersebut pasca dicairkan masuk ke-rekening istrinya sebagai penyedia jasa makan minum saat kegiatan musrembang tersebut.

“Kekeliruan dan kesalahan ada di sekertaris saya, namun saya sebagai pimpinan tentu bertanggungjawab atas kejadian tersebut, maka dari kejadian itu, saya mengembalikan hutang tersebut dengan cara dibayar dua kali, yakni pertama 30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah) dengan tanda terima dari bendahara saya di kantor kecamatan Kotamobagu Barat, dan yang ke- dua berjumlah 45.000.000,- (empat puluh lima juta rupiah) yang di antar langsung sekertaris saya kepada MB alias War. Namun pembayaran sisa yang ke-dua, enggan diterimah MB, dia inginkan harus 70.400.000,- sesuai yang dipinjam pertama, tentu inikan sudah tidak masuk akal. Pinjaman 70.400.000,- sudah di bayar 30 juta plus 45 juta yang jelas sudah lebih dari 70.400.000,- kok mau dituntut lebih, sangat-sangat tidak masuk akal,” jelas Nasli

Diakhir penyampaian Nasli, “Saya memberikan respon klarifikasi ini, agar masyarakat Kotamobagu mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, dan bukan tidak ada etikat baik dari kami untuk mengembalikan pinjaman itu, tapi kami sudah berupaya mengembalikan, namun sih pemberi hutang tetap dengan nominal 70.400.000,- untuk kami kembalikan,” Tutupnya. (R_Th)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *