HEADLINE

Huntap Korban Erupsi Gunung Ruang Diresmikan, Olii: Ada 287 KK Berstatus Warga Bolsel Sekarang

CoverMongondow, Bolsel Pemerintah pusat resmi menyerahterimakan kawasan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak erupsi Gunung Ruang kepada warga asal Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) yang kini secara administratif telah menjadi bagian dari Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).

Serah terima berlangsung di kawasan Huntap Desa Modisi, Jumat (13/26), dan dihadiri langsung Bupati Bolsel H. Iskandar Kamaru SPt, MSi bersama Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid. Turut hadir Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Kementerian Sosial RI, Ketua DPRD Bolsel Arifin Olii, unsur Forkopimda, Bupati Sitaro Cynthia Ingrid Kalangit, Wakil Bupati Sitaro Heronimus Makainas, jajaran Pemerintah Provinsi Sulut, pimpinan OPD, ASN Bolsel, serta masyarakat penerima hunian.

Dalam kesempatan saat diwawancarai, Ketua DPRD Arifi ucapkan selamat datang saudara-saudara kita masyarakat Tagulandang yang sekarang sudah resmi menjadi pendudukan secara administrasi Bolsel.

Ketua DPRD Bolsel Arifin Olii

“Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras. Ini adalah awal yang baru, awal yang lebih baik bagi saudara-saudara kita,” ujar Olii kepada sejumlah wartawan.

Ia menekankan bahwa sejak awal Pihak Eksekutif dan Legislatif Bolsel, berkomitmen menerima warga terdampak sebagai bagian dari keluarga besar daerah tersebut.

“Olii juga menegaskan bahwa, Mereka adalah saudara kami. Kami juga pernah menjadi korban bencana. Ini tentang kemanusiaan. Selamat datang di Bolsel, semoga tempat ini menjadi hunian yang nyaman untuk kita semua,” katanya.

sementara itu menurutnya, Kawasan huntap yang dibangun untuk relokasi korban erupsi dilaporkan telah siap huni sepenuhnya. Sebanyak 287 unit rumah telah tersedia dan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, antara lain Puskesmas Pembantu (Pustu), PAUD, TK, SD, SMP, rumah ibadah, area olahraga, serta sistem pengelolaan kawasan yang terintegrasi.

Olii juga menyatakan di akhir wawancaranya bahwa, Pihak kementerian juga memastikan kepesertaan BPJS Kesehatan warga akan disesuaikan dengan data administrasi kependudukan terbaru, dengan ketentuan penerima manfaat benar-benar menetap di kawasan tersebut.

Peliput: Rian_Th.