HEADLINE

Untuk Menekan Jumlah Angka Kekerasan & Tindakan Premanisme, Desa Pontim Gelar Pelatihan Bagi Linmas nya

CoverMongondow, Kotamobagu – Untuk mencegah tingkat kekerasan terhadap anak dan kejahatan preanisme di Desanya, Kepla Desa (Kades) Pemerintah Desa (Pemdes) Pontodon Timur, gelar Pelatihan Kegiatan Pembinaan Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat kepada seluruh Linmas dan perangkat desa yakni Aparat Kamtibmas Desa Pontodon Timur di Kantor Balai Desa, Rabu (19/12/18) siang tadi.

Rolia Dondo selaku Kades Pontim tidak bosan-bosanya selalu menggelar pelatihan-pelatihan untuk menunjang peingkatan Kapisitas Desa demi kemajuan. Terutama pelatihan Linmas untuk supaya dapat terhindar dari ancaman kejahatan yang akan memperlambat pola pikir masyarakatnya akibat dari tindakan oknum-oknum premanisme yang bisa berdapak buruk bagi penerus bangsa, yakni anak-anak dibawah umur yang masih perlu adanya pedidikan mental dari para perangkat atau aparat Linmas Desa Pontim agar supaya Desa Pontim dapat maju lebih pesat dan terhidar dari ancaman premanisme.

Dalam pelatihan tersebut, turut juga hadir Sekcam Kotamobagu Utara Efendi Korompot yang membuka dengan resmi pelatihan tersebut dan juga sebagai pemateri/narasumber, dari pihak TNI yakni Serda Joko Santoso selaku Babinsa Pontim, Polres Kotamobagu IPDA Kasdan Suwiryo, dan Sekdes Pontim yakni Samuel Mokoginta selaku Moderator.

Dalam pelatihan kali ini, ke-tiga narasumber tersebut memberikan materinya, lebih terkonsentrasi pada, bagaimana aparat Linmas untuk mencegah masuknya paham-paham radikalisme yang baru, atau biasa disebut masyarakat sekarang perilaku Jaman Now yang akan menggerus pola pikir masyarakat lama yang lebih mengedepankan mo’oaheran dengan berlandaskan pada motto leluhur yakni Mototompian, Mototabian Bo Mototanoban.

Dalam pelatihan tersebut, Pemerintah Desa Pontim melibatkan Aparat Linmas, Masyarakat dan tokoh-tokoh adat dalam pelatihan tersebut. Rolia Dondo selaku Kepala Desa Pontim menghimbau, agar supaya kepada seluruh peserta, supaya lebih memperhatikan materi-materi pelatihan ini, dan kalau bisa segera dipraktekan di masyarakat umum untuk supaya masyarakat bisa memahami apa dampak dari perubahan jaman dalam konteks kekerasan dan premanisme dalam kehidupan sehari-hari,” Pungkasnya kapada awak media covermongondow.com. (tr-01/R1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *