HEADLINE

Untuk Mencerdaskan Anak Bangsa Dari Bahaya Sex Bebas Dan Narkotika, Pemdes Pontim Gelar Sosialisasi Pembinaan

CoverMongondow, KotamobaguUntuk menekan jumlah angka kematian dan rusaknya penerus bangsa akibat pergaulan bebas dan penggunaan Miras dan obat-obat terlarang (Narkoba). Sabtu (29/12/18) Pemerintah Desa Pontodon Timur, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu gelar Sosialisasi Kegiatan Pembinaan Tentang Bebas Narkoba Untuk Pemuda Desa Pontodon Timur di Aula Balai Desa Pontim.

Rolia Dondo selaku Sangadi Desa Pontodon Timur yang diwakili langsung oleh Sekretaris Desa Samuel Mokoginta, Mendampingi Sekretaris Kecamatan Kotamobagu Utara Effendy Korompot, SH untuk membuka dengan resmi kegiatan sosialisasi pelatihan tersebut sekaligus sebagai pemateri yang turut juga diberikan oleh Polres Kotamobagu IPDA Kasdan Suwiryo.

Korompot dalam sambutanya, merasa sangat bersyukur atas digelarnya acara Sosialisasi Kegiatan Pembinaan Tentang Bebas Narkoba Untuk Pemuda Desa Pontodon Timur.

“Kegiatan seperti ini harus ada. Dengan adanya kegiatan seperti ini, para generasi muda akan lebih mengetahui, seperti apa bahaya dalam pergaulan bebas akibat Sex Bebas dan penyalahgunaan Narkotika,” terang Korompot.

Korompot juga menyampaikan, “Pada sosialisasi kali ini, Pemerintah Desa sangat tepat melakukan sosialisasi ini, biar para Pemuda dan warga masyarakat Pontim tau seperti apa pentingnya sosialisasi Pembinaan ini untuk menekan angka kerusakan atau kematian akibat hal-hal yang dimaksud dalam sosialisasi ini,” Jelasnya.

Sementara itu IPDA Kasdan Suwiryo menyampaikan, pentingnya mengetahui dampak buruk untuk penerus bangsa dari pergaulan sex bebas dan penyalah gunaan narkotika atau miras bagi para Pemuda dan Warga, tentu sosialisasi ini sangat tepat dilaksanakan, karena jaman sekarang sudah banyak anak-anak muda yang kurang perhatian atau penanganan dengan pendidikan mental yang baik dari orang tuanya.

“Sosialisai ini sangat tepat diselenggarakan oleh pemerintah Pontim, agar supaya para Pemuda dan warga dapat mengetahui cara penanganannya untuk pencegahan hal-hal tersebut,” tutup Suwiryo. (tr-01/R1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *